PANDEGLANG, DRONENEWS.ID – Dalam upaya meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital, telah diselenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengembangan UMKM Berbasis Technopreneurship bagi masyarakat Desa Batubantar, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Kecamatan Cimanuk dan dihadiri oleh unsur pemerintah yaitu kecamatan, perangkat desa, pelaku UMKM, mahasiswa, serta masyarakat setempat.
Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Kecamatan (Korcam) Abdul Azis yang menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memperkuat sektor UMKM.
Dalam sambutannya, Korcam menekankan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing usaha lokal.
“Melalui pemanfaatan teknologi digital, pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan kualitas layanan, serta menciptakan inovasi yang berkelanjutan”, ungkapnya.
Selanjutnya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Arfian Suryasuciramdhan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut.
DPL Arfian Suryasuciramdhan menjelaskan bahwa, “pengembangan UMKM berbasis Technopreneurship merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberikan wawasan serta keterampilan praktis kepada pelaku usaha agar mampu mengikuti perkembangan transformasi digital”, jelasnya.
Selain itu, Arfian berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi langkah awal terciptanya UMKM yang lebih inovatif dan mandiri.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Pelaksana M. Akbar Ramadhan, yang menjelaskan latar belakang penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, masih banyak pelaku UMKM yang memiliki potensi besar namun belum memanfaatkan teknologi secara optimal dalam menjalankan usahanya.
Oleh karena itu, “melalui sosialisasi ini diharapkan peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya digitalisasi usaha, pemasaran berbasis media sosial, pemanfaatan platform digital, hingga pengembangan produk yang memiliki nilai tambah”, jelasnya.
Dalam penyampaiannya, narasumber Abdul Rauf Chaerudin menjelaskan bahwa konsep Technopreneurship merupakan perpaduan antara kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi sebagai strategi untuk menciptakan nilai tambah pada suatu produk maupun jasa.
Menurut narasumber, “pelaku UMKM tidak lagi cukup hanya mengandalkan metode pemasaran konvensional, tetapi perlu memanfaatkan berbagai platform digital, seperti media sosial, marketplace, serta aplikasi pendukung bisnis untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing”, tegasnya.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan mengenai strategi pemasaran digital, pengembangan produk, serta pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan nilai tambah usaha.
Diskusi tersebut diharapkan dapat memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di Desa Batubantar.
Melalui kegiatan Sosialisasi Pengembangan UMKM Berbasis Technopreneurship ini, diharapkan para pelaku UMKM Desa Batubantar semakin termotivasi untuk memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pengembangan usaha.
Dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan inovasi digital, UMKM diharapkan mampu berkembang lebih kompetitif, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan perekonomian masyarakat desa.***



