SERANG, DRONENEWS.ID – Komisi X DPR RI menggelar workshop bertajuk “Transformasi Perguruan Tinggi Menuju Status Terakreditasi Unggul” sebagai upaya mendorong peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi di Indonesia, Senin (10//8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai narasumber berkompeten, di antaranya perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV dan tim dari Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Workshop yang diselenggarakan di Universitas Bina Bangsa (UNIBA) ini diawali dengan sambutan dari Rektor UNIBA yang menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi X DPR RI terhadap penguatan kualitas pendidikan tinggi.
Dalam sambutannya, Rektor UNIBA menegaskan bahwa transformasi perguruan tinggi membutuhkan komitmen bersama dalam membangun tata kelola yang baik, meningkatkan kualitas akademik, memperkuat sistem penjaminan mutu, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Rektor UNIBA Prof. Bambang Dwi Suseno menegaskan bahwa upaya menuju predikat akreditasi unggul merupakan komitmen bersama seluruh elemen perguruan tinggi.
Menurutnya, akreditasi bukan hanya sekadar pencapaian administratif, tetapi menjadi refleksi dari budaya mutu, inovasi pembelajaran, kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola institusi yang berkelanjutan.
“Transformasi perguruan tinggi membutuhkan sinergi seluruh sivitas akademika. Akreditasi unggul harus menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Bambang..
Sementara itu, keynote speech yang disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR RI Prof. Furtasan Ali Yusuf menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan adaptif terhadap perubahan global.
Prof. Furtasan Ali Yusuf menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tinggi merupakan agenda strategis nasional yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun daya saing bangsa. Karena itu, penguatan mutu, inovasi, dan relevansi pendidikan harus terus menjadi prioritas,” ujar Furtasan.
Pada sesi pemaparan materi, narasumber dari LLDIKTI Wilayah IV Lukman memberikan wawasan mengenai kebijakan, standar mutu, serta strategi perguruan tinggi dalam memenuhi indikator menuju akreditasi unggul.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan dokumen, penguatan sistem penjaminan mutu internal, serta pengelolaan institusi berbasis data.
Selain itu, narasumber dari LPMPP Untirta Prof. Wahyu Susihono berbagi praktik baik dalam pengembangan budaya mutu perguruan tinggi.
Materi yang disampaikan mencakup strategi implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), evaluasi berkelanjutan, serta penguatan instrumen akreditasi sebagai bagian dari transformasi institusi.
Melalui workshop ini, UNIBA berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyusun langkah strategis menuju peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga terkait, transformasi menuju status terakreditasi unggul diharapkan dapat terwujud melalui kerja nyata, inovasi, dan budaya mutu yang terus berkembang.***



