SERANG, DRONENEWS.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Komisi X DPR RI dan Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Publikasi Ilmiah di Jurnal Internasional Skala Menengah dan Tinggi” yang dilaksanakan di Kampus A Universitas Bina Bangsa (UNIBA), Kota Serang, pada Senin (6/4/2026).
Di era kompetisi global saat ini, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi harus mampu menghasilkan ilmu pengetahuan yang diakui secara internasional, solusi yang relevan bagi masyarakat, serta karya ilmiah yang berdaya saing tinggi. Salah satu ukuran penting dalam lanskap akademik global adalah publikasi pada jurnal terindeks Scopus, khususnya jurnal Q1, yaitu jurnal pada kuartil tertinggi yang memiliki reputasi, selektivitas, dan dampak ilmiah paling kuat.
Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 60 peserta yang terdiri dari pejabat struktural dan sivitas akademika Universitas Bina Bangsa. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas akademisi dalam menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional serta memperkuat budaya riset di lingkungan perguruan tinggi.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pembacaan doa. Kegiatan utama diisi dengan sesi keynote speaker dan paparan narasumber, serta diakhiri dengan sesi tanya jawab dan penutup.
Sambutan dari Rektor UNIBA Prof. Bambang Dwi Suseno mengatakan, Universitas Bina Bangsa memiliki tekad yang kuat untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berkarakter. Salah satu indikator penting dari keunggulan tersebut adalah meningkatnya jumlah dan kualitas publikasi ilmiah dosen, penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta karya ilmiah yang mampu menembus forum internasional.
“Saya menegaskan bahwa publikasi ilmiah yang baik selalu berangkat dari integritas. Kualitas jurnal tidak boleh dicapai dengan jalan pintas. Ia harus dibangun dengan etika akademik, kejujuran data, ketepatan analisis, serta originalitas pemikiran”, tegas Prof. Bambang.
Ia menjelaskan, Bimtek ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman kita tentang etika publikasi, keaslian naskah, tata kelola referensi, dan standardisasi penulisan ilmiah yang sesuai dengan tuntutan jurnal internasional.
Sebagai keynote speaker, Anggota Komisi X DPR RI, Prof. Furtasan Ali Yusuf, menegaskan pentingnya peran publikasi ilmiah dalam meningkatkan daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan riset berkualitas yang tidak hanya bermanfaat secara lokal, tetapi juga diakui secara internasional melalui publikasi di jurnal bereputasi. Ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia,” ujar Prof. Furtasan.
Ia juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga riset, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah nasional.
Sementara itu, narasumber dari BRIN, Maulana Akbar, yang merupakan Anggota Tim Pemanfaatan Riset dan Inovasi, menyampaikan berbagai strategi teknis dalam menembus jurnal internasional.
“Penulis perlu memastikan kesesuaian antara kompetensi dengan topik riset, memperkuat metode penelitian, serta memilih jurnal yang kredibel dan terindeks baik. Selain itu, respon terhadap reviewer dan kolaborasi antar penulis sangat menentukan keberhasilan publikasi,” jelasnya.
Dalam paparannya, Maulana juga membagikan strategi “10 P” dalam publikasi global, yang mencakup penguatan literatur, analisis hasil penelitian, hingga pentingnya transparansi sumber pendanaan dan deklarasi conflict of interest.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi, terutama pada sesi diskusi. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung terkait tantangan yang dihadapi dalam proses publikasi ilmiah.
Melalui kegiatan ini, Komisi X DPR RI dan BRIN berharap dapat mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah di Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di tingkat global.***



