DRONENEWS.ID, SERANG – Universitas Bina Bangsa (UNIBA) secara resmi melepas sebanyak 1.974 mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2026 untuk melaksanakan pengabdian di 100 lokasi, meliputi 82 desa dan 18 kelurahan yang tersebar di enam kabupaten/kota di Provinsi Banten.
Kegiatan pelepasan berlangsung di Lapangan Kampus 1 Universitas Bina Bangsa, Senin, (13/7/2026) yang dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas Bina Bangsa Prof. Dr. H. Furtasan Ali Yusuf, S.E., S.Kom., M.M., Ketua Yayasan Dra. Hj. Sakti Andayani, M.Pd., Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Zaenal Mutaqin, S.E., M.S.E., M.Sc., Ph.D., Rektor Universitas Bina Bangsa Prof. Dr. Bambang D. Suseno, M.M., jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan, serta para mahasiswa peserta KKM.
KKM Universitas Bina Bangsa Tahun 2026 mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Inovasi Pendidikan, Ekonomi Lokal, Sosial Budaya, Lingkungan, dan Tata Kelola Desa/Kelurahan Menuju Desa/Kelurahan Berdampak.”
Tema tersebut menjadi komitmen UNIBA untuk menghadirkan program pengabdian yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan masyarakat serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Dalam laporannya, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Bangsa Encep Saefullah menjelaskan, bahwa pelaksanaan KKM tahun ini tersebar di 26 kecamatan yang berada di Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Tangerang.
Sebanyak 1.974 mahasiswa dibagi ke dalam 100 kelompok, didampingi oleh 100 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), 26 Koordinator Kecamatan, 78 dosen pendamping, 7 reviewer, serta 11 tim monitoring dan evaluasi untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai pedoman.
Menurut Kepala LPPM, KKM merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus media bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara langsung.
“Melalui KKM ini kami menargetkan setiap kelompok mampu menghasilkan berbagai luaran berkualitas berupa publikasi ilmiah, video profil desa, produk inovasi, HKI, model pemberdayaan masyarakat, policy brief, teknologi tepat guna, hingga penguatan UMKM berbasis potensi desa,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik almamater, menghormati budaya lokal, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, dan menjadi agen perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi desa dan kelurahan tempat mengabdi.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Zaenal Mutaqin, yang membacakan sambutan Gubernur Banten, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Universitas Bina Bangsa dalam mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan KKM.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menjawab tantangan pembangunan di era disrupsi global, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan transformasi digital. Kehadiran mahasiswa di desa diharapkan mampu menjadi jembatan inovasi melalui digitalisasi UMKM, peningkatan kualitas pelayanan publik desa, penguatan pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, KKM Universitas Bina Bangsa selaras dengan visi pembangunan Provinsi Banten, yaitu “Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi.”
Mahasiswa diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung Program Pendidikan Gratis, Satu Desa Satu Sarjana, serta penguatan ekonomi desa melalui pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal.
“Jadilah generasi yang membawa ilmu pengetahuan, inovasi, integritas, dan kepedulian sosial. Kehadiran mahasiswa harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas Bina Bangsa, Prof. Furtasan Ali Yusuf, menegaskan bahwa KKM merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa.
Menurutnya, “keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan lulusan menghadirkan solusi terhadap persoalan masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap seluruh mahasiswa mampu menjadi duta Universitas Bina Bangsa yang menjunjung tinggi etika, integritas, semangat kolaborasi, serta mampu membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah dan masyarakat selama melaksanakan pengabdian.
Sementara itu, Rektor Universitas Bina Bangsa, Prof. Bambang D. Suseno, menegaskan bahwa pelaksanaan KKM dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen tahun ini merupakan implementasi nyata visi Universitas Bina Bangsa sebagai kampus yang berdampak.
Menurut Rektor, tema KKM tahun ini sejalan dengan arah kebijakan nasional, Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Tahun 2026, serta agenda Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan KKM menjadi wahana pembelajaran lapangan yang mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.
Rektor menjelaskan bahwa setiap fakultas akan berkontribusi sesuai bidang keilmuannya. Fakultas Ekonomi dan Bisnis akan mendampingi UMKM, Fakultas Ilmu Komputer mendorong digitalisasi desa, FKIP memperkuat literasi pendidikan, Fakultas Hukum memberikan edukasi hukum, Fakultas Ilmu Kesehatan menjalankan promosi kesehatan, Fakultas Sains dan Teknologi mengembangkan teknologi tepat guna, sedangkan FISIP memperkuat kelembagaan dan partisipasi masyarakat.
Pendekatan multidisiplin tersebut diharapkan menghasilkan solusi pembangunan yang lebih komprehensif.
Rektor juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjadi pendengar yang baik, mampu memetakan kebutuhan masyarakat, serta menghadirkan solusi nyata melalui ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
“Jadilah problem solver, bukan sekadar pengamat. Tinggalkan jejak positif bagi masyarakat. Buktikan bahwa Universitas Bina Bangsa adalah kampus yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan KKM Tahun 2026 ini, Universitas Bina Bangsa kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendukung pembangunan Provinsi Banten melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, serta masyarakat diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi dan rekomendasi kebijakan yang berdampak bagi pembangunan desa dan kelurahan yang mandiri, maju, serta berkelanjutan.***



